MyJNE, kepraktisan dalam genggaman


https://goo.gl/OQtQ50



Sudah beberapa tahun belakangan, saya seringkali berbelanja online. Malah boleh dikatakan, saya lebih sering berbelanja online daripada  offline. Dan gawatnya, hal ini membuat saya ketagihan! Sensasi dari berbelanja online pun berbeda. Ada rasa ‘bahagia’ saat si abang kurir datang ke rumah mengantarkan paket kita. Rasanya seperti mendapatkan hadiah tiba-tiba :))

Awal-awal saya berbelanja online memang agak sedikit khawatir sih takutnya belanjaan saya tidak akan sampai rumah, tapi setelah beberapa kali kekhawatiran itu berkurang. Setiap saya berbelanja online, saya selalu menggunakan jasa pengiriman JNE. Siapa sih yang tidak tahu jasa pengiriman yang satu ini? Apalagi untuk kalian-kalian yang sering berbelanja online, pasti sudah tidak asing lagi kan? Istilahnya nih, udah gape banget deh tentang per-JNE-an ini (((GAPE))). Apalagi olshop-olshop yang ada seringnya menggunakan jasa pengiriman JNE. Saking seringnya saya menggunakan jasa pengirimian yang satu ini, sampai-sampai si abang kurir sudah hapal alamat rumah saya dan bisa japrian kalau saya ingin menanyakan status paket saya XD.

Nah buat para pemiliki olshop dan pecinta belanja online seperti saya, ada kabar gembira nih! Bukan! Bukan kabar gembira tentang kulit manggis kini ada ekstraknya ;p tapi ternyata pada 29 Februari 2016, pihak JNE meluncurkan aplikasi berbasis android yaitu MyJNE! Setelah mendengar kabar ini, gak pake lama saya langsung silaturahmi ke playstore dengan maksud menginstall aplikasi JNE ini. Cara menginstall JNE Mobile di perangkat android pun sangat mudah, seperti menginstall aplikasi lainnya, search aplikasi MyJNE di playstore, tekan install/ pasang lalu tunggu beberapa saat sampai aplikasinya sudah terdownload secara keseluruhan dan nantinya akan terinstall/ terpasang secara otomatis.


 Setelah terinstall, buka aplikasi tersebut dan akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Pada aplikasi MyJNE, kita bisa mengecek tarif pengiriman dengan fitur My Tarrif. Hal ini tentu akan sangat memudahkan para pemilik olshop untuk mengecek ongkos kirim.

Ada juga fitur My Shipment untuk mengecek status pengiriman paket kita. Jadi kita gak perlu lagi tuh masuk ke websitenya cuma untuk mengecek ongkos kirim dan status paket. *dasar ogah ribet*

Selain kedua fitur yang sudah saya sebutkan diatas, ada juga fitur My Location yang bisa digunakan untuk mengetahui lokasi kantor atau agen JNE terdekat. Ini membantu sekali menurut saya.

 Ada juga fitur MyCOD yang memungkinkan para pelanggan JNE untuk menghubungkan data pesanan toko online dengan sistem pusat JNE. Ada juga fitur My COD Wallet yang memungkinkan kita mendepositokan sejumlah uang untuk digunakan sewaktu-waktu.

Akan tetapi, untuk dapat menikmati fitur MyCOD dan My COD Wallet kita wajib melakukan registrasi dengan melengkapi persyaratan pendaftaran.

Selain fitur-fitur yang ada, tampilan MyJNE juga sangat user friendly. Mudah digunakan oleh siapapun dan yang paling utama itu gak ribet dan sangat praktis X) contohnya saja jika kita ingin mengecek tarif pengiriman, tinggal masukan kota tujuan dan kota asal nantinya akan langsung muncul berapa besarnya tarif pengiriman. Pokoknya aplikasi MyJNE ini merupakan JNE Revolution yang T.O.P B.A.N.G.E.T.

Bagi siapapun kalian terutama para pemiliki olshop dan para pecinta belanja online wajib menginstall aplikasi ini! Yang belum install, cus langsung silaturahmi ke play store!

Saya Sayang Kamu

Kepadanya yang mengisi hati dan pikiran.


Dia, yang kadang bisa sangat kurindukan tak jarang juga sering menyebalkan.

Sosok yang penuh perhatian terkadang juga tak acuh karena kesibukannya yang segudang. Terkadang aku kesal saat menunggu pesan darinya yang tak kunjung datang.

Dia, yang dengan senang hati memijat kakiku saat kami baru pulang dari bepergian, walaupun aku tahu dia juga sama lelahnya, bahkan mungkin lebih.

Pribadi yang gampang terpancing emosi.

Seorang yang sederhana, pekerja keras, tidak mengumbar janji, penyabar, tidak sensitif, taat akan agama, tidak romantis, penuh canda, sering mengesalkan, memiliki mimpi dan harapan yang besar akan hidupnya.

Saya sayang kamu hari ini, mudah-mudahan sampai nanti.

Tahu Apa Kamu?


Tahu apa kamu tentang bahagia?
Saat aku butuh dan kamu tak ada, apakah itu definisinya?
Tahu apa kamu tentang bahagia?
Ketika kamu dengan mudahnya pergi, apakah itu yang kamu rasa?
Tahu apa kamu tentang bahagia?
Meninggalkanku sendiri seketika, mungkin itu yang kamu kira?
Tahu apa kamu tentang bahagia?
Tahu apa kamu tentang kebahagiaanku?
Saat kebahagiaanku adalah kamu.
Dan dulu kamu memilih pergi meninggalkanku.
Menurutmu masih tersisakah bahagia itu?



Mentally Exhausted


Pernah gak sih kalian ngerasa lelah banget sama hidup? Tapi bukan lelah fisik, melainkan sama keadaan, bahkan lelah karena pikiran sendiri.

Lelah secara mental.

Beberapa saat ini saya mengalami keadaan itu. Lelah sama kerjaan yang tidak sesuai dengan passion, yang membuat saya menjalaninya dengan keadaan setengah hati.
Lelah dengan income yang jika dibandingkan dengan teman-teman sangat jauh dari kata cukup.
Lelah dengan keinginan yang selalu saja ada lagi dan lagi yang tak mudah dibendung.
Lelah dengan pemikiran negatif yang sangat sering datang.
Lelah memikirkan hal yang dulu, sekarang, bahkan yang masih belum terjadi.

Intinya saya lelah...........

Belum lagi pemikiran tentang masa depan, tentang bagaimana nanti saya hidup. Saya adalah tipe yang selalu memikirkan kejadian terburuk terlebih dahulu, menjadikan saya orang yang insecure. Sangat.
Saya akan selalu ketakutan untuk melangkah, memikirkan berapa lubang yang akan ada di depan, menjadikan saya orang yang tidak berani mengambil resiko.

Saya juga orang yang sangat sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain, kenapa dia begini begitu kenapa saya tidak. Kenapa dia mendapatkan ini itu kenapa saya tidak.
Tak jarang saya merasa iri saat membuka path melihat postingan teman-teman yang sepertinya hidupnya sangat sempurna, tanpa saya tahu hal apa yang terjadi dibalik semua itu, yang mereka pilih untuk tidak mereka posting.

Dan akhirnya saya sadar justru hal inilah yang membuat saya tidak bahagia.
Hal inilah yang membuat saya merasa lelah.
Selalu memikirkan hal yang negatif, selalu ingin apa yang orang lain miliki, selalu melihat yang tidak dipunyai, selalu membandingkan ini dan itu yang membuat diri sendiri ada di 'kasta terendah' hidup.

Selalu tidak bersyukur.........

Saya mengerti tidak semua hal bisa saya dapatkan dalam hidup, banyak hal yang saya miliki yang tidak dimiliki orang lain.
Saya mulai belajar mengelola pikiran, belajar untuk tidak membandingkan.
Lelah karena pikiran sendiri itu bener-bener menguras segala-gala, emosi pun tenaga. Karena lelah secara mental tidak akan pernah 'sembuh' sampai diri sendiri yang menemukan penawarnya.


                                   

Kamu



Kamu yang dulu asing bagiku.
Kamu yang hanya aku kenal sebatas nama, tanpa pernah terucap kata, bahkan menutur sapa.
Kini kamu membuatku jatuh cinta.
Jatuh yang tidak aku rasakan sakitnya.
Jatuh yang membuatku bahagia.
Kamu selalu ada, kamu selalu hadir, kamu selalu menyiapkan raga disaat yang lain malah membuang muka.
Kamu membuatku tertawa, kamu membuatku merasakan lagi cinta disaat hatiku benar-benar kebas akan rasa.
Kehadiranmu menggenapkan, adanya dirimu melengkapkan.