#30HariMenulisSuratCinta "Teruntuk kalian, mereka memang tak sempurna"


Orangtuaku bukan berasal dari keluarga berlebihan, tapi mereka tidak pernah menjadikanku kekurangan.

Orangtuaku tidak mengenyam pendidikan yang tinggi nan menjulang, tapi mereka berhasil membuat kedua anaknya menyelesaikan sarjana.

Orangtuaku merupakan orangtua yang kolot nan alot, tapi tak sedikitpun aku menyesal akannya.

………………………………………………………………………………………….....

Ibuku cerewet sekali. Tapi celotehnya menjadi lebih baik dari diamnya.

Ibuku sangat keras hati. Tapi anehnya, tidak ada yang lebih lembut dari hatinya.

Ibuku terkadang menyebalkan. Tapi tanpanya akan terasa seribu kali lebih menyulitkan.

Ibuku tak pernah sedikitpun mengeluh. Meski aku selama 22 tahun ini terus memintanya untuk tidur disampingku, hanya karena aku tidak bisa tidur sendiri.

Ibuku bukan orang yang payah. Ia selalu menguatkanku saat kakiku goyah.

………………………………………………………………………………………….....

Ayahku terlihat menyeramkan. Beberapa temanku bahkan menyebutnya seperti preman. Tapi aku tahu, dalam hatinya penuh dengan kedamaian.

Ayahku tukang marah, pun tukang perintah. Sesekali terucap sumpah serapah. Tapi aku sangat menyayanginya, karena demi keluarga ia berlelah.

Ayahku selalu mengajarkan aku untuk selalu kuat. Untuk selalu tak patah semangat. Dari senyumnya aku menemukan apa itu arti hangat.

Ayahku tak pernah mengucap sayang. Tapi aku yakin ia mengucap namaku dikala sembahyang.

Aku teringat, saat aku terkena sakit kepala yang sangat hebat, dan ia langsung datang memijat.

………………………………………………………………………………………….....

Orangtaku bukan orang yang sempurna. Tapi dari mereka aku menemukan kesempurnaan. Kesempurnaan hati, kesempurnaan kasih, kesempurnaan sayang, kesempurnaan tulus, kesempurnaan ikhlas, kesempurnaan pengorbanan, kesempurnaan cinta.

maapkeun ekspresi yang manyun itu






Sincerly, your second daughter



                            E.M




4 comments:

nova danar said...

Liat. Kecil ajah muka lu udh jutek. Haha

evi mardiani said...

hahahahaha siaaaalan lu :*

Fikri Maulana said...

Baru mampir udah kagum sama tulisannya :)

www.fikrimaulanaa.com

evi mardiani said...

Terimakasih, Fikri :)

Post a Comment